Manusia-manusia Impulsif - Jurnal Darul Azis

Manusia-manusia Impulsif

Manusia-manusia Impulsif


Impulsivitas

Entah ini disadari oleh banyak orang atau tidak. Yang jelas, media sosial adalah pupuk yang sangat keras bagi impulsivitas penggunanya.

Karena media sosial telah "menuntut" orang untuk terus-menerus bereaksi terhadap segala hal yang dilihatnya.

Pengguna media sosial terus-menerus digiring untuk bereaksi terhadap sesuatu, misalnya kiriman orang lain atau teman. Dengan cepat memberikan like/love, komentar, nge-share, me-retweet, me-reply, adalah bentuk impulsivitas itu. 

Tak hanya itu. Pengguna media sosial juga terus-menerus digiring untuk segera mengungkapkan apa yang dipikirkan, apa yang sedang terjadi, dan memberitahukan di mana ia berada, ke mana ia akan pergi. Itu, perlu diketahui pula, merupakan bentuk impulsivitas.

Apa yang berbahaya dari semua itu?

Banyak. 

Munculnya "bani pentol korek", "kampret", dan "cebong" adalah salah satu dampak dari semakin suburnya impulsivitas pengguna media sosial. Mereka gampang terprovokasi. Gampang memaki. Gampang menghina dan menghujat. Intinya: mereka terlalu gampang untuk bereaksi terhadap sesuatu. 

Impulsivitas nyaris didominasi oleh gerak hati atau emosi. Dengan demikian, akal sehat dan pikiran sangat minim peranannya. 

Impulsivitas di sini tidak hanya mencakup pada reaksi buruk saja, seperti misalnya katakanlah berita bohong atau SARA. 

Lebih dari itu. Impulsivitas juga bisa mencakup pada reaksi atas hal-hal baik seperti kalimat motivasi, kutipan ayat suci, dan komedi. 

Berhati-hatilah dengan penyakit ini. Ia sedang mengintai Anda semua. Atau bahkan malah sudah ada pada diri Anda?

Jika Anda adalah buzzer politik, pengelola media massa, dan seleb medsos, Anda tidak perlu khawatir. Toh memang dari impulsivitas itulah Anda mendapatkan penghasilan. Lanjutkan!

Tapi jika Anda hanyalah orang biasa, mulai sekarang ada baiknya Anda belajar untuk menahan diri. Berpuasa. Jangan mau jadi budak. Hidup sekali kok mau-maunya disetir terus.

Please write your comments