Tukang Cukur Ini Mengaku Sebagai Anggota ISIS - Jurnal Darul Azis

Tukang Cukur Ini Mengaku Sebagai Anggota ISIS

Tukang Cukur Ini Mengaku Sebagai Anggota ISIS



Cukur dulu, bial ganteng


Jika Anda sedang melewati jalan Wahid Hasyim bagian utara Selokan Mataram, dan kebetulan sedang ingin memotongkan rambut, perhatikanlah selalu sisi kanan jalan. Karena sesampainya Anda di wilayah Nglaren, tepatnya di jalan nomor 153, Anda akan menemukan deretan 2 rumah usaha berwarna hijau, satu warung makan 153 dan yang satunya lagi tempat potong rambut "Trendy".

Markas Anggota ISIs


Belum lama ini saya bertandang ke sana, menemani dua orang teman saya yang ingin memotongkan rambut. Seorang laki-laki berusia sekitar 40-an tahun menyambut kami dengan senyum ceria khas iklan pasta gigi.

Pembawaannya yang luwes, supel, dan bersahabat itulah yang mungkin membuat kios cukurnya selalu ramai didatangi orang, selain karena tarif yang dipatok juga cukup murah. Rp8000 saja per kepala.
Setiap hari tak kurang dari 20-30 kepala berhasil ia potong, rambutnya. Saat kami di sana saja, selama kurang lebih satu jam, ada lima orang yang mengantri.

Tapi tenang..meski harus mengantri, Anda tak perlu khawatir karena di sana selalu tersedia kursi sofa yang empuk dan dua bundel koran harian, yakni Tribun Jogja dan koran KR. Atau kalau malas baca koran, Anda kan bisa mainan gedjet. Di sana juga ada colokan kok.

(Jadi.. nikmat cukur manakah yang masih akan kau dustakan?)

Tempat cukur tersebut cukup sederhana, hanya ada satu orang kapster, ya yang punya usaha itu. Ini berarti, di sana Anda akan ditangani langsung oleh CEO-nya. Enak kan?

Dan lagi..selama rambut Anda dipotong, percayalah, Anda tidak akan merasa garing ataupun tegang (Ha.. tegang?). Justru sebaliknya, Anda akan merasa terhibur dan tercerahkan, karena pria asal Magelang itu juga cukup lucu dan tahu banyak hal : politik, sosial, hukum, filsafat, dan agama. Mahasiswa, saya rasa, gak ada apa-apanya. Apalagi kalau soal potong rambut.  Hla yo jelas tha ya Ndes! Pokoknya, memotongkan rambut di sana itu asyik, murah, dan pastinya rambut Anda akan berubah menjadi pendek.

Tapi ingat, Anda harus berhati-hati dengan bapak tiga anak ini. Karena konon ia adalah anggota ISIS. Jika Anda sudah diajak bicara tentang ISIS, ikuti saja arah pembicaraannya. Tapi sebisa mungkin jangan sampai terpengaruh ucapannya. Kontrollah diri Anda karena sangat berbahaya. Mula-mulanya, ia akan membicarakan suka duka menjadi anggota ISIS, seperti yang telah dilakukannya kepada kami. Sembari memangkas rambut, ia bercerita panjang lebar tentang pengalamannya menjadi anggota ISIS. Berikut ini saya nukilkan percakapan kami.

"Jadi anggota ISIS itu tidak enak mas. Gak ada yang bisa dibanggakan, kurang berdaulat, dan banyak tertekannya," kisahnya.

"Kok gitu pak?" Tanya saya singkat

"Iya..lha kan laki-laki tha yang seharusnya mbawa istri. Bukan sebaliknya. Kepada teman-teman saya, tak ada yang bisa saya banggakan kecuali istri saya yang mbawa saya sampai ke Jogja sini."

"Bentar Pak.. ISIS yang bapak maksud itu apa?"

"Ikatan Suami Ikut Istri Mas.." Ia menjawab disusul gelak tawa yang lepas.

Wasuuu. Umpat saya dalam hati. Tapi kemudian tertawa. Teman-teman saya juga. Saya terlalu serius rupanya.

"Jangan jadi anggota ISIS mas. Atau kalau terpaksa jadi anggota ISIS harus punya usaha sendiri. Syukur-syukur usahanya laris dan sangat bisa mencukupi kebutuhan rumah tangga,"
Pungkasnya.

Karena omongannya yang terakhir itulah saya menulis ini. Walau saya tidak tahu omongannya itu benar-benar nyata atau hoax belaka.

Makanya, jangan terlalu serius gitu bacanya. Karena bisa jadi.. tulisan ini juga hoax adanya.

Satu-satunya hal yang harus Anda percaya dalam tulisan ini adalah : Tempat potong rambut "Trendy" yang di Jalan Wahid Hasyim itu bisa membantu Anda dalam mewujudkan resolusi tahun 2016, terutama soal penampilan, rambut, juga nasib.
Please write your comments