Ilustrasi/via |
Barangkali, selama itu masih bisa didapatkan di kemudian hari, kita tidak akan merasa menyesal karenanya. Seperti misalnya, berlimpahnya masakan padang di sekeliling tempat tinggal Anda. Anda tak akan pernah merasa takut kehabisan, karena di lain waktu Anda bisa mendapatkannya kembali dengan mudah. Atau seperti meruahnya ikan di perairan kita, yang bisa sewaktu-waktu kita tangkap dan kita lahap. Maka, hari ini makan ikan atau tidak, barangkali bukan suatu hal yang mengkhawatirkan, karena di lain waktu kita akan dapat mudah mendapatkannya.
Namun bagaimana jika hal-hal tersebut tidak akan pernah bisa kita peroleh kembali di kemudian hari? Mengingat faktanya, dalam kehidupan ini beberapa hal yang mempunyai hukum seperti itu.
Apa yang akan Anda lakukan?
Jawabannya akan Anda peroleh nanti, setelah mengetahui hal-hal apa saja dalam hidup ini yang tidak akan pernah Anda dapatkan kembali. Berikut kupasannya.
1. Batu yang Telah Terlempar
![]() |
Penyesalan Ilustrasi via |
Ini adalah gambaran dari perbuatan yang pernah kita lakukan. Atau jika dimaknai secara lebih mendalam lagi, bisa diibaratkan sebagai perbuatan (baik/buruk) yang pernah kita lakukan terhadap orang lain. Sekali dilakukan, akan terus membekas.
Sekarang, Anda tinggal pilih, mau melakukan perbuatan yang baik atau yang buruk yang keduanya sama-sama akan membekas?
Pilihan pertama jelas lebih menguntungkan bagi diri Anda.
2. Kata yang Telah Terucap
![]() |
Berhati-hati dengan ucapan/Ilustrasi |
Kita berbicara dan bersuara begitu saja setiap hari, baik kepada keluarga, teman, rekan kerja dan orang-orang sekitar. Setelah terucap, bisakah kata-kata tersebut kita tarik kembali? Barangkali bisa, namun sudah telanjur didengar orang lain (atau bahkan sudah merasuk ke pikiran dan perasaan orang lain). Dengan demikian, pada dasarnya kata yang telah terucap tidak akan dapat ditarik kembali.
Karena itulah, hendaknya kita berhati-hati benar untuk setiap kata yang akan kita ucapkan. Sebuah nasihat di kalangan sufi mengatakan,
“Sebelum berbicara, pastikan kata-kata yang keluar dari mulutmu telah melewati 3 pintu pertanyaan. Pertama, benarkah kata-kata itu?; Kedua, pentingkah kata-kata itu?; Dan yang ketiga, baikah kata-kata itu?”
Tiga pertanyaan ini sangat baik untuk kita jadikan pedoman sebelum berbicara kepada orang lain.
Sebagaimana kita bicarakan di poin satu, sekarang Anda tinggal pilih, mau mengatakan sesuatu yang benar, perlu, dan baik atau justru sebaliknya, mengatakan yang tidak benar, sia-sia, dan buruk?
Naluri kita pasti akan memilih yang pertama. Saya yakin itu.
3. Kesempatan yang Telah Luput
![]() |
Ambil kesempatan/ilustrasi |
Pernah mendengar istilah ‘kesempatan tak datang dua kali’ kan? Nah, itulah kira-kira kalimat yang tepat untuk mendorong agar kita tidak menyia-nyiakannya. Tentu dalam batas kebaikan loh ya.
Di sini juga dua pilihan, memanfaatkan dengan sebaik-baiknya atau malah menyia-nyiakannya?
Menimbang dan menimbang akibat yang ditimbulkan di kemudian hari, sudah pasti kita akan memilih untuk memanfaatkan kesempatan tersebut dengan sebaik mungkin.
4. Waktu yang Telah Berlalu
![]() |
Waktu yang berlalu/Ilustrasi |
Tak akan ada mesin waktu di dunia ini. Jadi kita tidak mungkin bisa kembali ke masa lalu, bahkan sedetik setelah saat ini pun, kita tak akan pernah bisa menjangkaunya, kecuali hanya melalui ingatan-ingatan yang tak seberapa kuat itu.
Waktu terus berputar, jarum jam terus bergerak, sebagaimana bumi, matahari, bulan, dan isi semesta raya ini yang juga terus bergerak. Ini mengisyaratkan, bahwa sebaiknya kita tidak pernah menyia-nyiakan waktu sekarang.
Jika bisa dilakukan sekarang, kenapa harus nanti?
5. Kepercayaan yang Telah Hilang
![]() |
Menjaga Kepercayaan Orang lain/Ilustrasi |
Kepercayaan memang sangat mahal harganya. Sekali saja dikhianati, ia tak akan pernah bisa kita dapatkan kembali. Ingat, ada sebagian orang di dunia ini yang mempunyai kecenderungan selalu mengingat hal buruk yang pernah ia terima ketimbang mengingat hal baik yang pernah ia terima. Maka tak heran, satu kesalahan kita akan terus diingatnya—kalau perlu sampai mati. Maka dari itu, menjaga kepercayaan (amanah) dari orang lain adalah wajib hukumnya. Bahkan nyawa pun layak menjadi pertaruhannya.
Terutama ini berlaku bagi seorang pemimpin yang notabene telah dipilih dan dipercaya oleh rakyat/pengikutnya. Ia harus dapat menjaga kepercayaan itu, sampai batas kemampuan terakhir dan berakhir masanya.
Untuk hal lain, kita semua pasti memahaminya.
Semakin kita dipercaya, maka sebenarnya semakin beratlah tanggungjawab dan beban (moral) kita kepada si pemberi kepercayaan itu.
Dikit saja selip, habislah kita. Karena itu, waspadalah dan berhati-hatilah.
Itulah teman-teman sekalian, lima hal yang tidak akan pernah bisa kita dapatkan kembali dalam hidup ini. Ini mengingatkan saya pada sebuah syair gubahan pujangga Jawa R.Ng. Ranggawarsita yang kalau dibahasaindonesiakan kira-kira begini,
'Seberuntung-beruntungnya orang lupa, masih beruntung orang yang senantiasa ingat dan waspada.'
Sekian
[Artikel ini terinspirasi dari sebuah quote berjudul '5 Things You Can't Recover In Life', Anonim]