Berwisata Rohani di Masjid Nurul Ashri - Jurnal Darul Azis

Berwisata Rohani di Masjid Nurul Ashri

Berwisata Rohani di Masjid Nurul Ashri


Jika Anda sering melewati jalan Selokan Mataran, Teknik UNY, Gejayan, dan daerah bilangan Catur Tunggal, ada baiknya Anda mengarahkan kendaraan (kaki) ke arah Deresan, Santren, -untuk lebih jelasnya sila dilihat di google map yang terpasang di hape pintar masing-masing. Di sana Anda akan menemukan sebuah bangunan masjid bercat hijau bernama Masjid Nurul 'Ashri. Masjid ini selalu ramai dengan berbagai aktivitas keagamaan, bahkan ramainya tak kalah dengan masjid Gedhe. Saat  tiba waktu shalat Dzuhur, Ashar, Maghrib, Isya, Subuh, bahkan di waktu Dhuha pun masjid ini juga selalu ramai -untuk yang terakhir jika sedang ada acara kajian pagi. Rata-rata jumlah shaf jamaah untuk setiap waktu shalat dapat mencapai lima sampai enam shaf. Keren bukan?

Ketika memasuki masjid ini, Anda dapat langsung memarkirkan kendaraan di halaman masjid, jadi tak perlu bingung nyari tempat parkir dan plonga' plongo' (bagi yang baru pertama kali datang). Selanjutnya, bagi Anda yang laki-laki biasanya diminta unntuk parkir di sisi kiri, dan yang perempuan di sisi kanan. Sebagai catatan tambahan, masjid ini memang sangat menjunjung tinggi batas antara laki-laki dan perempuan. Dan, jangan khawatir, parkir kendaraan kalian gratis tis tis, tapi kalau mau memberikan infaq ya sangat dipersilakan

Sekilas info mengenai masjid ini, yang berhasil saya kutip dari http://www.masjidnurulashri.com, masjid ini didirikan pada tahun 1978, hingga sekarang telah  mengalami  tiga kali rehab dan perluasan karena tingginya animo masyarakat untuk beribadah di sini. Istimewanya, masih menurut website, masjid ini berada di tengah kota pendidikan yang dekat dengan kampus UGM, UNY, AMIKOM, UIN, AKPRIND dan kampus lainnya. Namun bagi saya sendiri, keistimewaan masjid ini justru pada bacaan imamnya yang rata-rata Hafidz Qur'an, sehingga bacaan shalatnya lebih panjang, nyaring, dan merdu, dan sungguh, membuat hati para makmumnya bergetar. Barangkali hal ini tak terlepas dari fakta bahwa di dekat masjid Nuras, begitu selanjutnya masjid ini biasa disebut, terdapat Rumah Tahfiz, ini websitenya http://tahfidzqu.com/ .

Di masjid ini berbagai aktivitas keagamaan rutin digelar, terutama untuk kajian agama. Kajian rutin yang biasa diselenggarakan antara lain diisi oleh Ust. Didik Purwodarsono (seorang Pakar Keluarga) dalam kemasan acara Samaraba, dilaksanakan setiap hari Rabu sore pekan ke-1; Ust. Salim Alfillah (Penulis Buku / Da`i/ salah satu Ustadz idola saya) dalam acara Majelis Jejak Nabi, setiap hari Rabu sore pekan ke-2; Ust. Talqis Nurdianto (Kajur Bahasa Arab UMY) dalam acara Kajian Tafsir, dilaksanakan setiap hari Sabtu ba`da Shubuh; dan Ust. Syatori Abdurrauf (Ketua IKADI Yogyakarta) dalam acara Kajian Tafsir, dilaksanakan setiap hari Senin sore.

Pada bulan Ramadhan, kegiatan keagamaan di masjid ini tambah banyak, juga menyediakan buka puasa gratis loh, tentu informasi ini sangat cocok bagi kalian yang gemar berburu amal dan menu buka puasa gratis bukan? Dulu,  awal perkenalan saya dengan masjid ini pun karena info dari seorang teman pada bulan ramadhan tahun lalu, dan tentu saja berkaitan dengan buka puasa gratis pul. Hehe

Tak hanya itu, setiap hari senin pun (di luar bulan Ramadhan) biasanya juga disediakan buka puasa gratis. . Dan, yang lebih penting lagi, di masjid ini kalian akan merasakan keintiman dengan Yang Di Atas Sana. Begitulah, sekilas kesan saya ketika berada di Masjid Nuras. Saya berharap, setelah membaca tulisan saya ini, Anda segera membuat jadwal untuk shalat di sana. Sekian
                                             
                                  (Masjid Nuras, sumber gambar : http://www.masjidnurulashri.com/)

                                             (Masjid bagian dalam, sumber gambar : tegartv.com)

(Masjid Nuras tampak dari samping atas, sumber gambar masjidnurulashri.com)







Please write your comments