Kunci Kemajuan Bangsa Adalah Kemandirian - Jurnal Darul Azis

Kunci Kemajuan Bangsa Adalah Kemandirian

Kunci Kemajuan Bangsa Adalah Kemandirian





Dalam konteks kebangsaan, kemandirian bangsa mencakup kemampuan berdiri sendiri dengan segenap sumber daya yang dimiliki, mampu memecahkan persoalan yang dihadapi dan mampu mengembangkan inovasi dan riset di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi yang hasil akhirnya adalah keunggulan dan daya saing bangsa. Hal itu disampaikan Nian Riawati, S.Sos., MPA., Dosen penerima hibah penelitian Ditjen Dikti dalam pidato ilmiah memperingati Dies Natalis ke-35 STIA “AAN” Yayasan Notokusumo Yogyakarta, Sabtu, 14 Juni 2014 di Kampus STIA “AAN” Yogyakarta.

Konsep kemandirian menjadi faktor yang sangat penting dalam pembangunan karena tidak hanya mencakup pengertian kecukupan diri dalam bidang ekonomi, tetapi juga meliputi  faktor manusia secara pribadi. Sikap ini tentunya harus juga  dijadikan tolak ukur keberhasilan pembangunan bangsa, yakni apakah rakyat menjadi lebih mandiri atau justru semakin bergantung terhadap kekuatan dari luar“. Lanjutnya

Dalam pidato tersebut, Nian juga mengkhawatirkan berlarutnya Indonesia jatuh dan menjatuhkan diri di bawah bayang-bayang korporatokrasi internasional justru disebabkan oleh para pemimpin yang masih bermental terjajah (inlander). Oleh karena itu pemimpin Indonesia ke depan harus mampu menjawab masalah tersebut.

“Pemimpin Indonesia ke depan harus mampu mewujudkan kemandirian bangsa melalui pemenuhan hak atas pangan, kesehatan, kehidupan yang layak, pendidikan serta hak atas keyakinan dan kepercayaan. Selain itu diperlukan kemampuan para pemimpin untuk memerankan Indonesia secara bermartabat di mata internasional, menjalankan politik luar negeri bebas aktif secara baik, menjadi motor konsolidasi perdamaian dunia dan menjadi imam perlindungan hak asasi manusia di seluruh penjuru dunia”. Ungkapnya menyinggung masalah kepemimpinan Bangsa Indonesia menyikapi jelang pemilihan Presiden 2014.

Lebih lanjut Nian menjelaskan bahwa institusi pendidikan memiliki peran vital dalam membentuk karakter mandiri bagi mahasiswa dan masyarakat. Lembaga pendidikan harus mampu membangun kader bangsa, melahirkan pemimpin-pemimpin muda yang siap mengabdi secara profesional demi kemajuan bangsa. 
Dengan demikian institusi pendidikan dapat melahirkan pemimpin handal dan mampu menjadi penggerak kembalinya  kejayaan Indonesia demi  menjadi bangsa yang berdikari dalam bidang ekonomi, berdaulat dalam bidang politik dan berkepribadian dalam bidang budaya.” Tandasnya

Sementara itu  dalam Laporan Tahunan yang disampaikan oleh Ketua STIA “AAN”,  Drs. Arif Kuncoro DP., MPA, bersama segenap sivitas akademika menyatakan konsistensi STIA “AAN” untuk  selalu menghasilkan lulusan berkualitas dan sesuai dengan kebutuhan stakeholders. Berbagai program mengarah pada hal tersebut telah dilakukan melalui peningkatan layanan kepustakaan, laboratorium,  fasilitas kemahasiswaan, beasiswa, peningkatan soft skill bagi mahasiswa, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan baik oleh mahasiswa maupun  oleh STIA “AAN“ sendiri.

“Tahun ini STIA “AAN” juga memberikan 2 jenis beasiswa bagi mahasiswa baru. Pertama, beasiswa murni yaitu gratis biaya studi bagi mahasiswa baru dari keluarga yatim/piatu yang kurang mampu, beasiswa ini khusus untuk studi jenjang D3. Kedua, beasiswa subsidi, berupa potongan biaya sebesar 50 % dari biaya studi jenjang D3 bagi mahasiswa baru yang berasal dari keluarga kurang mampu.” Jelasnya.

Dalam acara tersebut turut hadir juga Ketua Pengurus Yayasan Notokusumo, Drs. Sedianto Soetio. Dalam sambutannya beliau berpesan bahwa saat ini perkembangan ilmu Administrasi Negara sudah sangat jauh berkembang, untuk itu dalam merespon minat masyarakat terhadap ilmu tersebut,  STIA “AAN” harus selalu siap untuk membuat terobosan-terobosan baru terhadap rumusan ilmu Administrasi Negara yang cocok dan dibutuhkan oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah persaingan yang begitu ketat, hanya PTS yang memunyai sistem pendidikan yang memenuhi kebutuhan pasarlah yang akan bertahan “ Pesannya.




Please write your comments