Sebuah Kumpulan Cerita Sangat Pendek Tentang Cinta - Jurnal Darul Azis

Sebuah Kumpulan Cerita Sangat Pendek Tentang Cinta

Sebuah Kumpulan Cerita Sangat Pendek Tentang Cinta


Dua Hal yang Tak Pernah Berubah

"Di dunia ini ada satu hal yang tak akan pernah berubah Dik."
"Apa itu Mz?"
"Fakta bahwa aku mencintaimu. Konsisten dan persisten."

"Mas salah. Di dunia ini ada dua hal yang tak akan pernah berubah."
"Hah, masa? Apa itu?"
"Hal pertama mungkin klaimmu tadi. Hal kedua adalah fakta bahwa aku tidak mencintaimu."

Kejernihan

"Dek, coba tengok air hujan yang mengalir perlahan di kaca yang bening itu."
"Sudah, Mz. Indah sekali ya. Aku sukak!"
"Begitulah Dek.."
"Begitulah gimana Mz?"
"Begitulah yang terjadi ketika dua kejernihan bertemu. Coba kalau air dan kacanya buluk, ya nggak bakalan seindah itu."
"Lalu?"
"Ya sudah Dek. Aku nggak mau nggobalin kamu lagi. Kan sudah ditolak."
"Ah, jadi laki-laki kok gampang menyerah kamutuh Mz."
"Jadi masih ada harapan untukku, Dek?"
"Ya enggak sih Mz, tapi itu bagus buat kesehatan mentalmu. Fufufu."

Lampu Hijau

"Mz.."
"Iya, Dek. Ada apa? Tumben ngechat duluan."
"Kita lagi boncengan Mz, bukan chatingan. Huu😣😣"
"He"
"Lampu merah Pingit ini nih kok lama beut ya Mz?😢"
"Cuma 2 menit 6 detik kok Dek. Nggak lama."
"Tapi itu lama banget Mz kerasanya"
"Itu karena hatimu yang taksabar Dek."
"Ya lampu merahnya memang lama, kok jadi nyalahin aku. ಠ_ಠ"
"Berharap lampu hijau segera menyala ketika lampu merah masih menyala itu loh Dek yang bikin kamu gak well."
"Terus aku harus gimana Mz?"
"Ya nunggu. Sabar. Nanti lak menyala sendiri. Aku juga gitu nunggu lampu hijau darimu. Sabar. Sabar banget malah."
"Nunggu itu kan membosankan Mz."
"Makanya harus pinter nylimur Dek. Bisa sambil liatin orang sekitar siapa tau ada yang menarik, dengerin musik, baca, ngisi TTS, dan lain2lah. Harus kreatif kamutuh."
"Hmmm, iya sih Mz. Eh udah lampu hijau tuh."
"Heh? Serius? Jadi mulai sekarang kita jadian Dek?"
"Jalan, Aki Soak!!!!!! Udah diklaksonin orang itu loh."


Cinta Tak Pernah Tepat Waktu 

"Mbak, udah pernah baca novel 'Cinta Tak Pernah Tepat Waktu'?''
"Belum. Memangnya kenapa?"
"Di dalam buku itu ada adegan seorang cowok yang tertarik dengan seorang cewek di sebuah kafe, tapi dia nggak berani ngajak kenalan karena mengira cewek tersebut sudah ada yang punya. Padahal aslinya belum."
"Lalu?"
"Pertama, aku nggak mau kayak gitu. Siapa tahu kan, kita......
Namaku Azis.
(Mengulungkan tangan)
Kedua, aku seorang penyaran buku. Penyaran buku adalah bahasa halus dari penjual buku. Perempuan semenarik Mbak sayang banget kalau nggak baca buku ini. Mbak bisa beli buku ini sama aku."
"Berapa harganya, Mas?"
"Sama Mbak 75 ribu aja."
"Oke, tawaran kedua saya terima. Saya beli buku ini. Bukunya menarik."
"Bagaimana dengan tawaran pertama, Mbak?"
"Saya terima juga. Cuma kenalan aja kok."
"Setelah kenalan bisa lebih kan Mbak?"
"Ini saya lebihin harga bukunya saja. Udah kembaliannya ambil aja. Bisa buat modal buat cari pasangan. Semangat ya, Mas!"
"Makasih ya Mbak, qiqiqiqi".
Please write your comments